War is coming!
Selasa, 16 September 2008
Sudah hampir 1 bulan kami uring uringan mempelajari Warhammer Online, mulai dari perencanaan karakter hingga pemilihan posisi server yang akan dimainkan.
- Minggu pertama
Download video-video ingame serta mempelajari class & race. Mulai dari podcast, trailer, hingga rekaman gameplay dari closed beta dan open beta. - Minggu kedua
Menetapkan faksi yang dipilih, kami memilih Order!, dan menetapkan class yang akan dimainkan.
Mamad akan memainkan Witch Hunter, gw akan memainkan Warrior Priest (setelah berganti2 pilihan antara Ironbreaker dan Bright Wizard), dan mungkin gembi (kalo ikut main) akan memilih Shadow Warrior. - Minggu ketiga
In depth study about class. Mulai bertanya2 ke forum & pemain close dan open beta. Mulai mempelajari path build melalui career calculator, action, serta tactic masing2 class. - Minggu keempat
Mencari toko yang menjual Warhammer Online di Indonesia. Susah memang, karena ini harus menggunakan software orisinil, tak banyak toko di Indonesia yang menjualnya. Akhirnya kami mendapatkannya di sebuah toko di Jakarta, itupun baru dijual pada tanggal 23 September (padahal release resminya 18 September) dengan harga 379 ribu rupiah.
Yah, jalan menuju 23 September sudah makin dekat, semoga software yang kami pesan benar2 ada tepat pada waktunya. Sembari menunggu saatnya mengerjakan TA kembali
GO Anyone?
Minggu, 11 Nopember 2007
Belakangan ini gw dah gak sempet lagi main WoW gara-gara banyak kerjaan..
Karena kalo main WoW gak bisa sebentar, dan gak bisa ditinggal lama.. akhirnya gw menemukan game online baru yang sesuai untuk mengisi waktu luang di saat-saat kerjaan
yaitu Ghost Online (GO).
Ghost Online ini juga mematahkan perkiraan gw bahwa game online komputer 2D sudah gak menarik lagi, ternyata game sejenis ini memiliki daya tarik tersendiri lho ![]()
Enaknya lagi main GO ini bisa ditinggal lama, saat udah mulai mumet kerjaan, gw tinggal switch window ke GO, main sebentar, mungkin sekitar 30 menit, kalau sudah, bisa diswitch lagi ke pekerjaan.. beres kan ![]()
Dan lagi game ini memakan resource yang cukup kecil, jadinya tidak akan memberatkan sistem, bahkan saat compiling software
![]()
Nah ini gw kasih contoh skrinsyut GO online ![]()
tuh karakter gw lagi bawa-bawa kipas, iseng bunuhin monster rendahan cuma buat di skrinsyut ![]()
kalo yang ini lagi mancing, nanti lama-lama dapet ikan, bisa dijual ke toko buat nambah duit..![]()
Absolutly have no life!
Selasa, 6 Nopember 2007
“We are dealing with someone who absolutly has no life.”
Quote dari seri South Park episode 1008 “Make Love, Not Warcraft” ini memang cocok buat gw dalam beberapa minggu lalu. Tiap malam kerjaan yang dilakukan hanya bermain WoW saja.. dimulai dari kira2 jam 11 malam hingga jam 3 pagi.
Apa saja yang gw lakukan di dalam dunia WoW? tentu saja levelling.. dan jika sudah mencapai level tertinggi berarti saatnya mencari barang2 equipment yang terbaik, inilah yang paling lama dilakukan, karena mengumpulkan barang-barang tersebut tidak semudah menaikkan level. Barang dengan kualitas tinggi hanya bisa didapatkan dari monster tingkat tinggi juga, yang kenyataannya sulit untuk dikalahkan. Tapi, bagaimana jika barang semua sudah didapatkan semua? perang.. perang.. dan perang, itu salah satu yang dapat dilakukan. Bermain game online memang sangat menyita waktu, karena yang namanya game online pastinya tidak memiliki akhir (ending).
Terus, buat apa dimainkan kalau gak ada endingnya? Bisa bermacam jawabannya, dimulai dari gw sendiri, bermain game online tujuannya hanya untuk wasting time, padahal mungkin ada hal-hal yang lebih baik dilakukan dibanding bermain game online. Selain wasting time, gw juga suka game online yang agak “ribet” atau kompleks, karena disitulah gw tertariknya, bagaimana cara meng-costumize-kan karakter game gw menjadi yang terbaik.
Ada juga yang senang bersosialisasi, karena game online pada dasarnya adalah bentuk lain dari chatting, dimana antara pemain dapat saling berkomunikasi melalui text chat, bahkan hingga menggunakan voice chat. Tidak hanya itu, beberapa komunitas game yang cukup akrab dimana biasanya saling melakukan acara bersama atau sekedar kopdar saja. Komunitas tersebut biasanya terbentuk karena mereka tergabung dalam satu guild, faction, atau bermain dalam satu game center yang sama.
Nah, satu lagi ada alasan yang cukup menarik, money making. Nah ini dia, berbisnis dalam game online, mungkin hanya sedikit orang yang tidak mengenal game online yang mengetahui hal ini, namun berbisnis dalam game online sudah banyak dilakukan dari jaman dulu, bahkan di indonesia sendiri sejak zaman Nexia sudah banyak yang membarter ingame item dengan real-world money.
Belakangan ini tradisi membarter ini sudah menjadi budaya di dalam dunia online game pada negeri kita ini, walaupun para distributor game online di negeri kita sudah memberikan larangan bagi para “pelaku” bisnis ini. Di luar indonesia, hal ini bukanlah sesuatu yang aneh atau illegal, dapat dijumpai banyak karakter virtual yang dijual, bahkan melalui situs jual-beli seperti e-bay. Di negeri kita sendiri penjualan virtual item, virtual money, dan virtual character ini sudah banyak mendulang uang.
Contoh nyatanya saja, teman gw sendiri, sebut saja Rani, hobinya bermain game online, dan kini ia sanggup mencari uang (virtual money, misalnya disebut gold) hingga mencapai 20 juta gold dalam waktu sehari (kira-kira 10 jam permainan), dimana dalam dunia nyata, gold tersebut dapat laku dibeli orang dengan kurs Rp 15 ribu / 1 juta gold, jadi kira-kira dalam satu hari, Rani mendapat Rp 300 ribu kotor, dipotong biaya main yang mungkin hanya Rp 20 ribu saja (harga rata-rata paket malam di game center kota saya). Jumlah yang cukup banyak bukan? belum lagi jika Rani menemukan sebuah benda langka dalam petualangannya di dunia maya itu, sebut saja sebuah “cincin super duper sakti banget”, harga satu buah “cincin” tersebut bisa saja mencapai minimal Rp 2 juta!! angka yang tidak kecil untuk sebuah “benda virtual”, yang sebenarnya hanya berupa data kecil di dalam server game tersebut.
Selain menjual item, gold, atau character, banyak juga yang menyediakan jasa-jasa ingame maupun jasa di dunia nyata, misalnya jasa ingame yaitu, jasa penarikan level yang biasa disebut dengan jasa GB maksudnya disini yaitu sebuah karakter dengan level rendah akan dibantu dengan karakter dengan level tinggi hingga mencapai suatu kondisi yang disepakati. Bantuan ini dapat berbeda untuk setiap game. Tentunya bantuan tersebut dapat dibayar menggunakan mata uang ingame atau real-world. Selain jasa tersebut ada juga jasa yang lebih mahal lagi, yaitu jasa menaikkan level karakter hingga mencapai kondisi yang disepakati. Untuk jasa ini, umumnya para penyedia jasa merupakan gamer yang sudah profesional dan ahli, karena tentunya ia harus dapat menaikkan level karakter pelanggannya secepat mungkin.
Kembali ke kasus Rani tadi, bagaimana dengan kehidupan sehari-hari Rani? bisa dibilang, she absolutly has no life! Karena Rani harus bermain dalam 10 jam sehari di depan komputer, dan umumnya malam. Tapi bagi dia mungkin justru merupakan keasyikan tersendiri, karena bermain game merupakan hobinya, apalagi online game. (wah panjang sekali ulasan tentang alasan money making-nya)
Nah, apapun alasan anda dalam bermain game online, ingatlah bahwa terlalu banyak bermain game online dapat menyebabkan sebuah kecanduan yang sulit untuk disembuhkan. Jangan sampai anda menjadi seperti yang digambarkan oleh seri South Park diatas.
Colin McRae DiRT
Jumat, 20 Juli 2007
Tadi siang sempet main ke kampus, kebetulan ketemu sama darkmaster, dia nunjukin gim yang baru dibelinya, DiRT. Buat yang gak tau, DiRT itu masih seri Colin McRae, alias genre balapan mobil. Namun, terpaksa niat meminjam diurungkan setelah melihat minimum requirement yang terletak di balik case dvd. Yang mana speknya yaitu:
- Windows XP
- DirectX 9.0c
- Pentium 4 @ 3.0GHz or Athlon 64 3000+
- 1GB RAM.
- Graphics Card: GeForce 6800 / Radeon X1300 or above
- DirectX Compatible Sound Card
- Shader Model 3 is a MINIMUM REQUIREMENT for this game
Gila aja!! GF 6800 bo! mana kuat VGA gw, walaupun VGA gw cuma beda 200, alias GF 6600..?!? Kenapa yah gim2 sekarang kok berat-berat speknya? udah gitu makan space gede di harddisk pula.. Padahal kalo dari segi grafisnya gak jauh2 beda sama yang sysreq (System Requirement) – nya lebih rendah. Yah, mungkin karena gw belum nyoba gim ini, jadi gw gak tau persis keindahan grafisnya, tapi buat apa sih grafis bagus, kalo gak bisa gw mainin
. Semoga saja tidak semua gim baru kedepannya membutuhkan spek minimal seperti ini
, kalo ngga gw harus nabung lagi buat ganti notebook
Hello world!
Rabu, 18 Juli 2007
Belom jadi.. tidur dulu ahh…
